Adat budaya menjadi kereta laju agama di bawah kendali ulama bijaksana

Adat budaya menjadi kereta laju agama di bawah kendali ulama bijaksana
ADAT BUDAYA yang baik dan diperbaiki orang-orang baik mampu mengangkat amalan AGAMA kita jadi lebih baik. Budaya bisa menjadi motor amaliyah agama.

Kita terlahir sebagai manusia, makhluk sosial yang beragama dan berbudaya di suatu negara.
Hidup dalam KEBEBASAN tanpa kebablasan.
Kita adalah tripikal orang terATURdan dan memiliki ATURan.
Orang NORMAL yang memegang NORMA ; norma AGAMA, norma adat BUDAYA dan norma NEGARA. Yang ketiga aturan ini memiliki ragam konsekwensi hukum bagi pelakunya, penghargaan ataupun sangsi. Kesemuanya menjada PAGAR CAGAR etika dan
akhlak mulia bagi kita, bangsa Indonesia.

Antara ketiga NORMA ini bisa berjalan SERAGAM bisa juga BERAGAM pada satu prilaku yang sama. Arah dan tujuannya sama, mengATUR, MenATA, meNORMAlkan.
Peran dari keTIGA NORMA ini menjadikan kita semakin semangat beramal kebaikan dengan penghargaan atau ganjaran, menjadikan kita semakin takut melakukan pelanggaran yang merugikan dengan ancaman berlipat dari ketiga NORMA tersebut secara bersamaan.
Kita jadi takut mencuri hak milik orang lain karena ;
- NORMA AGAMA memberi ancaman adzab bagi kita
- NORMA BUDAYA memberi ancaman sangsi sesuai adat yang berlaku di lingkungan kita.
- NORMA NEGARA memberi ancaman hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Perihal hubungan antara AGAMA dan BUDAYA beserta pengaruhnya.
Keduanya bisa memiliki aturan dan konsekwensi yang saling mendukung, menguatkan bahkan meningkatkan kadar atau TARAF hukum positif dan menjadikan kita rajin dan terbiasa melakukan amal  kebaikan.
Contoh sederhana :
Pada waktu dan kondisi tertentu, AGAMA memberikan HUKUM SUNNAH (tidak harus dilakukan) pada amalan seperti #Silaturrohim, #Ngaji bersama,  #Dzikir bersama, #Doa bersama, #Berbagi atau sedekah.
Amalan-amalan baik ini andai tidak kita amalkan kita tidak akan dihukum siksa, namanya TARAF HUKUM SUNNAH.
Namun BUDAYA mampu mengusung amalan-amalan baik di atas naik taraf dari hukum sunnah menjadi sebuah keharusan(wajib menurut hukum budaya), dengan ancaman sangsi adat yang berlaku bagi yang meninggalkan amalan-amalan  di atas.
Yang tadinya kita malas-malasan melakukan amala-amalan di atas karena meremehkan hukum sunnah di sisi hukum agama, berhubung hukum budaya mewajibkan akhirnya amalan-amalan baik itu kita lakukan  dan jadi terbiasa (kebiasaan baik), bagus.... Hehe :)

Apa benar kang?
Hehem. Yuk kita tengok budaya kita! Budaya orang Islam di Nusantara.
Tengok satu saja! BUDAYA kenduri/hadliri/hadiri kUNDANGan SELAMATan disuatu tempat bisa MENJADI WAJIB dilakukan bagi orang-orang yang sedang menerima anugerah, bahkan baru akan menerima anugerah. Yang meninggalkan akan mendapat sangsi, HUKUM ADAT setempat ; jadi bahan olok-olokan, dicap bakhil dll.

Menerima anugerahNYA : Bisa beli motor KENDURINAN, melahirkan dedek bayi KENDURINAN, sapinya melahirkan KENDURINAN, dan sebagainya.
Baru akan menerima anugrahNYA : Wiwit (mau menanam padi(belum panen)) KENDURINAN, mau kerja di luar negeri KENDURINAN, dan lain sebagainya. Budaya dan kebiasaan bagus yang kudu dilestarikan nih. PEMBERANI, BERANI SPIKULA SI;BERANI INVESTASI kepada ALLOH Maha Kaya...
panen/gajian aja belum berani keluar modal selamatan bagi-bagi makanan. Hehe.

Gimana? ADAT BUDAYA yang baik dan diperbaiki orang-orang baik mampu mengangkat amalan AGAMA kita jadi lebih baik kan?
KIta jadi terbiasa dengan amalan baik (adat baik)
MEMBIASAKAN kebaikan, bukan MEMBInASAKAN kebaikan.
Anda berani membinasakan kebaikan? Ijin dulu sama Alloh! Kira-kira boleh ndak?
MemBUDAYAkan kebaikan, tidak memBID'Ahkan kebaikan.

Perlu kita sadari dengan hati yang jernih, bahwa dalam satu kegiatan kebudayaan KENDURINAN mampu mengusung banyak amalan agama seperti #Silaturrohim, #Ngaji bersama,  #Dzikir bersama, #Doa bersama, #Berbagi atau sedekah. dll. Ada dalilnya semua. Tanyakan pada orang alim!
Ada keanehan, mohon jangan kaget dan jangan tertawa!
Ada sekelompok kecil orang ngotot melarang dan ingin menghapus budaya baik/kebiasaan baik seperti kendurinan.
* Hhhahahahalah.... Kang MAlik mah becanda.... itu mah setan...., orang mah mana berani dan melarang-larang kebaikan....Kendurinan kan isinya #Silaturrohim, #Ngaji bersama,  #Dzikir bersama, #Doa bersama, #Berbagi atau sedekah. dll. Masak berani ngelarang.
** Iya. Mereka ngotot melarang. Karena tidak ada dalil nash yang berbunyi "Alkendurinanu kadza wakadza ... ..."
* Hahahahahhahaha. ALIBI. Payah nian kang :D  Perlu dicurigai nih setan, eh yang melarang kebaikan wkwkwkwk :D
** Hehe. Iya. Kalau sampai niat ndak baik itu terwujud di negara kita tercinta ini,
maka omset kekayaan amaliyah kita yang dimotori budaya kendurinan akan turun derastis.

Matematika sederhananya begini:
Di negara kita penduduk Muslimnya RATUSAN JUTA,
berarti setiap satu tahun juga berpotensi terjadi kenduri/kundangan/SELAMATan BERATUS-RATUS JUTA juga.
Berarti juga terjadi amaliyah #Silaturrohim, #Ngaji bersama,  #Dzikir bersama, #Doa bersama, #Berbagi atau sedekah. dll BERATUS-RATUS JUTA juga.
Itu semua adalah kekuatan negara kita Indonesia, kekuatan MUslimin di Nusantara.
Silaturrahim menggalang komunikasi dan persatuan...., sedekah menolak balak..... dan... lain lain....
Siapa ya biang keladi yang dengan keji ingin menghapus itu semua?
Kang Malik

Kesel ngetik. Leren disik
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Anda punya info makNYUS terkait posting di atas, silakan Beri Komentar Sebagai: Name/URL alamat FB Anda!
Contoh: http://facebook.com/akangmalik

kangmalik

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Kang Malik PasarX.com

Distributor Pertamini - JUAL MESIN POM MINI DIGITAL Purwodadi Grobogan

JUAL PERTAMINI/MESIN POM MINI DIGITAL HARGA MURAH Cash/ Kredit Distributor Pertamini daerah JAWA TENGAH (Purwodadi Grobogan, Demak, ...

Pengikut